RESUME KE 16 SERBA SERBI PENULISAN BUKU




RESUME KE 16
SERBA SERBI PENERBITAN BUKU

Oleh Imah Wuryanti ,M.Psi
Hari/Tanggal               : 06 Juli 2020
Waktu:Pukul               : 19.00-21.00 WIB
Nara sumber                : Edi S Mulyana

Selamat malam guru hebat luar biasa di seluruh wilayah Indonesia,Alhamdulillah malam ini kita sudah sampai pertemuan yang ke 16,senang sekali saya dapat menimba ilmu dari Bapak Edi S Mulyana dari penerbit andi.yang malaini akan memaparkan serba serbi penerbitan buku terutama di masa pandemic covid 19.

Pandemi covid 19 memang sangat mengganggu semua sektor dan semua aktivitas public.Permasalahan juga melanda pada dunia penerbitan yang belum tahu kapan berakhir.Pandemim ini benar benar melumpuhkan berbagai akses,walaupun tidak semua terdampak,dunia penerbitanmenjadi terdampak yang sangat signifikan .Pada bulan januari dan pebruari kondisi took buku sangat normal namun setelah presiden mengumumkan masuknya corona diindonesia,mendadak semua kegiatan mendadak berhenti..Dengan berlakunya PSBB dibeberapa daerah,dengan otomatis took buku andalan peerbit gramedia juga ikut  berhenti.,dengan outlet yang tertutup menjadikan beberapa penerbit terimbas.Hai ini berdampak langsung pada penerbit,sampai ke penulis buku yang sudah memasukan anaskahnya ke penerbit menunggu took buku mulai buka.

Setelah 3 bulan berlalu covid pun mulai reda ,beberapa daerah sudah menjadi zona hijau ,disini mulai tumbuh berbagaimharapan sehingga took took mulai buka dan penerbit mulai bergerak,
Menulis adalah suatu kegiatan untuk mnciptakan suatucatatan atau imformasi pada media dengan menggunakan aksara ,namun setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda.








Penerbitan Buku
Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah. menyampailkan Kami mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat kita mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian kita launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik. Buku-buku pendidikan, juga kita tetap pertahankan produksinya, karena kami yakin buku ini tidak lekang oleh keadaan apapun, sehingga produksi buku kita konsentrasikan ke buku pendidikan yang mempunyai pasar yang sangat stabil setiap tahunnya.

 Keputusan-keputusan strategik diperlukan, mengingat ketidak pastian yang sangat besar untuk memproduksi buku. Kami memarkirkan mesin-mesin kami hampir 50%, untuk mengurangi beban biaya produksi, otomatis tenaga kerja yang menggerakkannya kami kurangi jam kerjanya walaupun tidak begitu drastis.: Banyak hikmah yang didapat kali ini, di sisi penulis, penulis harus selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Penguasaan materi, penguasaan penguraian materi, eksekusi penulisan, hingga penawaran ke penerbitan diperlukan kelihaian tertentu.

 Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya. Media WA yang dikelola oom Jay ini, merupakan latihan yang luar biasa bagus sekali, untuk menyiapkan keahlian kita dalam mengungkapan apa yang kita pikirkan, ke dalam tulisan yang dibaca, diinterpretasi oleh pembaca tulisan kita. Semua perlu proses, latihan, dan kemauan. Sehingga komunitas belajar menulis seperti ini, merupakan sarana latihan dalam menangkap peluang yang mungkin tidak selalu ada

Menulis perlu latihan, latihan perlu waktu perulangan secara rekursif (looping) berkali-kalai sehingga bapak ibu akan semakin lihai dalam mengolah kata yang dirangkai dalam tulisan.Bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk bapak ibu mulai menulis, karena di dalam blog... tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang bapak ibu tawarkan.
Penerbit akan selalau melihat sisi ekonomi dalam setiap tulisan bapak ibu sekalian, sehingga kemurnian keputusannya di dasarkan oleh bisnis semata.Sehingga terkadang tulisan bapak ibu yang luar biasa, tidak terlihat oleh penerbit yang hanya melihat business process nya saja, bukan writing processnya. Dengan sudut pandang ini, bapak ibu perlu sedikit berempati kepada penerbit yang merupakan penjual komoditas tulisan ini. Empati yang harus dilakukan adalah, mencoba melihat visi misi penerbitannya. Kebiasaan tema-tema yang diterbitkan oleh penerbit. Intip juga buku-buku best sellernya yang biasanya dipampang di toko buku di rak Best Seller.

Perlu bapak ibu ketahui rahasia ini, bahwa tidak ada buku best seller by design. Atau dirancang, didesain untuk laku keras. Buku yang laku keras adalah buku yang blessing. Kami pernah melakukan perencanaan matang, untuk membuat buku yang best seller. Kami memilih tema yang luar biasa bebobot, penulis yang cukup disegani karena menang penghargaan di dunia internasional. Kami push pemasaran dengan luar biasa. Akan tetapi hasilnya cukup mengecewakan. Laskar pelangi.. saat awal terbit, penulis tidak menyangkan akan meledak. Di awal pemasarannya, sungguh mengecewakan... dan meledak karena kekuatan word of mouth, alias dari mulit-kemulut.. dari komunitas satu ke komunitas lain. dan di trigger dengan sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka yaitu Muktamar Muhammadiyah...dan terjadilah ledakan viral.. menjadikan buku tersebut best seller... tidak ada desain awal, tidak ada perencanaan untuk menuju best seller.

Dengan berbagai pengalaman ini, komunitas senasib sepenanggungan adalah wahana yang baik dalam mengelola tulisan. Dapat kami katakan pejuang literasi yang puritan seperti Oom Jay ini dapat memberikan angin segar untuk tumbuhnya penulis-penulis baru. Yang tangguh dan tidak cengeng dengan penolakan penerbit, akan tetapi tetap berkarya hingga menghasilkan tulisan yang khas. Punya karakter sendiri dan tentunya di tunggu kehadirannya oleh pembaca dan penerbit tentunya. Bapak ibu dapat mulai tulisan dengan tema yang bapak/ibu sukai dan betul-betul bapak ibu kuasai. Tulis dengan terstruktur, dan muat di blog pribadi dan sebarkan di lingkungan teman.
Jika sudah Percaya Diri, buatlah proposal ke penerbit yang isinya garis besar tulisan yang dapat ditawarkan ke penerbit. Penerbit akan melihat Tema, Judul Utama, Outline tulisan, pesaing buku dengan tema yang sama, positioning buku (harga, usia pembaca, gender, pendidikan, dll). Jangan lupa berikan alasan mengapa buku tersebut ditulis. Bapak ibu dapat sedikit "Ngecap" supaya penerbit tertarik dengan tulisan ibu

Penerbit bukan maha tahu, bapak ibu sekalian, penerbit di dasarkan pada data historis penjualan. Jadi penerbit itu tidak selalu benar. Penerbit biasanya agak sedikit kurang berani dengan penulis-penulis perintis dengan tema yang berlum terekam di datanya. Sehingga proposal ini sangat perlu bapak ibu beri perhatian, untuk menyadarkan penerbit akan tema yang bapak ibu angkat dalam tulisan ibu.Tulislah rencana penulisan bapak ibu, dengan target market yang dituju, syukur-syukur bapak ibu tawarkan rancangan pemasarannya. Pemasaran era new normal sangat berbeda dengan era normal sebelumnya.
Ke depan buku-buku mungkin akan disalurkan ke media e-book, untuk media printing offline mungkin akan semakin berkurang jumlahnya.  Ke depan media-media selain buku akan semain banyak menghiasi dunia pendidikan. Persiapkan hal ini dengan baik, karena hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda dengan sebelumnya.

Sebelum menutup materi saya dan dilanjutkan dengan tanya jawab, kami ingin mengajak bapak ibu sekalian untuk tetap mendokumentasikan pencarian keilmuan bapak ibu sekalian. Dengan dokumentasi yang terstruktur, pembaca akan dapat mewarisi ilmu bapak ibu dan bahkan mengembangkannya di kemudian hari. Ilmu bapak ibu akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita. Dokumentasi bapak ibu sekalian dalam bentuk buku akan kami kirimkan ke Perpustakaan Nasional bagian deposit, yang dilindungi oleh undang-undang. Anak cucu kita di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkan dokumentasi bapak ibu dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.

1.      Berapa lama proses untuk menerbitkan buku? Proses Review 1 bulan, Proses Editing 1 Bulan, Proses Pra Produksi layotu cover adalah 1 bulan, PRoses produksi 1 bulan. Penulis menyerahkan dalam bentuk file Word, tidak perlu membuat cover karena cover akan dibuat oleh team desain penerbit
2.   Bagaimana caranya untuk membuat buku jika sudah memiliki file yang akan dibukukan, haruskah diedit dan dicaver dahulu?
3.      Bagaimanakah alur penerbitan Buku di penerbit Andi.
Proposal isinya adalah: Judul Buku, Outline Rencana Buku dalam bantuk bab dan sub bab, Sinopsis Buku, CV Penulis. Sertakan pula sampel bab yang sudah ditulis minimal 1 bab, sehingga memudahkan bagian editorial memerkirakan kemampuan editing mandiri penulisnya.

4.      Berapa besar kemungkinan proposal buku kita diacc penerbit? Kalau diacc apakah pembiayaan dibantu penerbit?
5.      Perbulan kami menerima naskah 150-300 judul, kami biasanya memilih hanya 10-15 persen dari naskah masuk untuk bisa terbit. Pembiayaan ada di penerbit, penulis tidak mengeluarkan biaya apapun.?
6.      Untuk Judul Tema penulisan buku,itu ada ketentuannya,apa sesuka hati kita ,dan untuk membuat judul buku itu sendiri apakah ada kata kuncinya  ?conten buku bebas ya, artinya bisa fiksi, non fiksi atau buku umum
7.      Cerita donk pak, gaimana langkah nyata yang telah bapak dan penerbit lakukan untuk mempermudah penerbitan buku-buku dari kalangan guru terutama penerbit pemula?
8.      Apakah penerbit Andi menerima permintaan utk penerbitan modul pmbljaran ? Klo iya, persyaratan apa saja ? dikirin via WA atau email? Kami menerima modul pembelajaran, dengan syarat sesuai dengan kurikulum. mengirimkan via email ke edis.mulyanta@gmail.com

9.      Apakah buku memoar bisa di terbitkan dipenerbit Andi? Untuk saat ini kami belum bisa menerbitkan buku memoar
10.  Untuk royalti atau bagi hasil untuk penulis bagaimana ? Royalty sebesar 10% dari harga jual, yang akan dibayarkan setiap 6 bulan
11.  Klo buku tlah slsai cetak, apakah penulis dpt buku sampel hsil cetakan ? (berapa) Penulis mendapatkan sampel 6 eksemplar
12.  Mohon bisa dibagi link nya klo ada Pak Edi.
Kanal e-book akan kami buka produksinya melalui Google Play/ Google Books sehingga semoga tingkat penerimaan naskah akan semakin besar dengan outlet ebook Semoga segera terwujud Utk bbrp pnerbit indie, kami sdh dpt sbgian info dri link nya ttg persyaratan naskah yg kita ajukan utk diterbitkan (misal jumlah hal.ukuran kertas, biaya dll). Utk penerbit Andi smntra kami blm dpt link nya (bs sdikit Pak Edi ksih gmbran ato link nya).
13.  Jika bukunya sudah jadi, apakah masih perlu menggunakan proposal pak? Dalam pengirimannya naskahnyaTidak perlu bapak silakan dikirimkan sj kalau begitulewat email akan lebih praktis, apabila mengirm hard copy juga silakan asal tidak memberatkan penulis sebelum kirim e mail edis.mulyanta@gmail.com

Kesimpulan dari Pertemuan malam ini
Beliau  tertarik dan semangat menulis asal setelah selesai naskah ,, sudah ada yang siap mencetak/ menerbitkan ,, juga tentunya ada teman yang membantu mepromosikan
Biasanya kami merespon Proposal yang diterima saja, untuk yang tidak diterima biasanya tidak direspon (3 bulan dead line). Ke depan dengan menggunakan apps. dialog bisa terjadi sehingga memungkinkan untuk mengubah alur proposal sehingga bisa lanjut ke proses penulisan.
Betul bapak/ibu kami akan membuka kanal e-book sehingga tingkat terbitnya akan semakin besar. Promo dilakukan oleh pihak penerbit, penulis diminta membantu untuk mempromosikan. Saat ini promosi dapat dilakukan dengan webinar-webinar yang dikomandani oleh penerbit kami. Kami menyediakan aplikasi Zoom hingga 300 peserta, silakan dipergunakan secara maksimal bagi penulis yang berkenan menggunakannya untuk promosi.
hal inilah yang mendorong kami membua apps ini untuk memantau perkembangan penulisan buku... ada buku dari proposal sampai jadi buku 7 tahun ,proposal ini memberikan kesempatan untuk berlatih mengikuti prosedur penulisan yang benar, sehingga dengan mengikuti alur proposal, penulis dapat dengan mudah nantinya dalam membuat sendiri alur bukunya. Apabila penulis sudah jadi bukunya penerbit akan lebih mudah mereviu.

Segala sesuatu memerlukan proses baik secara cepat maupun lama.Dalam menerbitkan buku membutyhkan proses latihan,kemauan,kerja keras,ketekunan serta percaya diri,adabun bakat itu bisa dipupuk.Kepada omjay dan Pak Edi saya ucapkan terima kasih atas berbagi ilmunya. Salam Literasi
Kebumen 8 juli 2020

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

RESUME KE-13 KOLABORASI DAN INOVASI DALAM MENGELOLA SEKOLAH DI ERA COVID 19

RESUME KE 11 SEGUDANG PRESTASI MILIK PAK DEDI