RESUME KE -22 LANGKAH LANGKAH MENULIS BUKU(TOJTRP)
LANGKAH LANGKAH MENULIS
BUKU (TOJTRP)
Resume
KE-22
Nara
Sumber : Dr.Akbar Zainudin
Oleh : Imah Wuryanti,S.Pd.AUD.,M.Psi
Guru
TK Tunas Putra Bejiruyung Kec Sempor Kab Kebumen
Grup
Menulis Gelombang 12
Pertemuan malam ini
adalah yang ke 22 alhamdulillah kondisi badan sudahmulai pulih mudah mudahan
daap mengikuti dengan cermat.Seperti biasa Om Jay menyampaikan Bahwa pencerahan dan motivasi menulis malam
ini dari Bapak Akbar
Zainudin.Dan moderator oleh Ibu Sri Agustuti . Seperti bisa Sesi pertama untuk perkenalan dan
paparan materi sesi ke 2 untuk tanya
jawab.Marilah kita mengenal lebih jauh Bapak Akbar Zainudin Beliau adalah penulis
buku Man Jadda Wajada. Pekerjaan sehari-hari adalah mengajar. Memang tidak ada
lembaga tetap, karena mengajar di berbagai lembaga sebagai trainer. Terkadang
mengajar di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan juga
swasta.
Materi yang di kuasai
berkisar pada motivasi; motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja,
motivasi mengajar, motivasi berwirausaha, dan motivasi hidup.Salah satu titik
penting perubahan saya adalah pada saat saya menulis buku yang pertama,
"Man Jadda Wajada Dari siti beliau bergerak lebih jauh mengembangkan Man Jadda Wajada menjadi buku dan materi
pelatihan.Dari Man jadda Wajada inilah akhirnya beliau dapat berkeliling ke -33 propinsi di Indonesia .Satu provinsi
yang yang belum adalah Papua.Mudah mudahan setelah pandemic ini selesai dapat
berkunjung,
Malam ini beliau
berbagi tentang adalah "Langkah-Langkah dalam Menulis Buku",
berdasarkan pengalaman saya menulis 13 buku selama ini. peserta dipersilahkan
melihat vidionya.Vidionya sangat keren
LANGKAH-LANGAH MENULIS
BUKU
Ada Enam langkah yang
sudah saya ringkas materinya menjadi singkatan TOJTRP: Tema, Outline, Jadwal,
Tulis, Revisi, Penerbit.
1.
T. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus
punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang
mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya
kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.
Kalau
buku saya, kebanyakan adalah buku-buku motivasi. Kalau buku Asma Nadia, Novel.
Ahmad Fuadi, Novel te”ntang pesantren dan kerja keras. Dan sebagainya.
Bolehkah
satu orang menulis berbagai tema buku? Menurut saya, karena ini terkait dengan
“branding”, berusahalah untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar kita
dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang
bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?
2.
O. Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI.
Gunanya
outline:
1.
Agar tulisan kita terarah.
2.
Bisa buat jadwal dan target.
3.
Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4.
Agar bukunya selesai.
Kalau
tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal
penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis,
akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak
terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya.
Bukunya
akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus
adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline.
HOW:
Bagaimana Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)
UNTUK
BUKU NON FIKSI
1.
Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H.
WHAT:
Ini terkait pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya.
WHY:Ini
adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan manaatnya
apa.
HOW:
How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah,
dan sebagainya.
untuk
2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa tidak digunakan.
CONTOH.
Tema:
Santri dan Menulis
WHAT
1.
Santri dan keterampilan menulis.
2.
Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.
3.
Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.
4.
dan seterusnya.
MENGAPA?
1.
Mengapa Santri Harus Menulis?
2.
Tujuan Menulis.
3.
Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.
4.
dan seterusnya.
HOW?
1.
Bagaimana cara menulis?
2.
Bagaimana membangun disiplin menulis?
3.
Tips and Tricks Menjadi Penulis.
4.
dan seterusnya.
BAGAIMANA MEMBUAT
OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?
1.
WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya. Tentukan
tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.Misalnya, ayah, ibu, teman,
guru, dan sebagainya.
2.
Karakter. Gambarkan profil setiap tokoh dengan
sifatnya masing-masing.
3.
Plot atau Alur Cerita.Gambarkan alur
cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan
membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. Terus
ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.
Membuat outline ini
bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu.
Biasanya saya menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi.
Apakah wajib? Tidak harus.
Tetapi kalau saya pribadi, ini harus ada. Biar ada rel ke mana tulisan kita,
biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling
penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.
CONTOH OUTLINE
contoh buku : "Man
Jadda Wajada".Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi
hidup. kembali ke konsep dasar 5W dan
1H. Biasanya saya mulai dengan WHY. Kalau terkait motivasi, penjabaran tentang
WHY bisa digambarkan sebagai berikut:
1.
Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
2.
Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
3.
Apa tujuan hidup seseorang?
4.
Mengapa orang harus berubah?
5.
Darimana perubahan itu bisa dimulai?
6.
Apa saja yang harus diubah?
Setelah WHY, hal kedua
yang terpikir adalah WHAT. Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:
1.
Apa itu sukses?
2.
Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
3.
Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
4.
Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan.
Setelah WHY, hal ketiga
yang saya coba jabarkan adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi,
langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action. Penjabarannya:
1.
Bagaimana bermimpi besar.
2.
Bagaimana membuat rencana (action plan).
3.
Bagaimana berani memulai.
4.
Menjadi kreatif.
5.
Membangun momentum berubah.
6.
Kapan harus memulai?
Nah, ketiga hal itulah
yang akhirnya menjadi dasar outline buku saya "Man Jadda Wajada"
BAGAIMANA MEMBUAT
OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?
1.
WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya. Tentukan
tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.Misalnya, ayah, ibu, teman,
guru, dan sebagainya.
2.
Karakter Gambarkan profil setiap tokoh
dengan sifatnya masing-masing.
3.
Plot atau Alur Cerita.Gambarkan alur
cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan
membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. Terus
ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.
Membuat outline ini
bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya
saya menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi.
Apakah wajib? Tidak
harus. Tetapi kalau saya pribadi, ini harus ada. Biar ada rel ke mana tulisan
kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling
penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.
CONTOH OUTLINE
Saya ingin memberi
contoh buku saya: "Man Jadda Wajada".Buku ini adalah buku dengan tema
motivasi umum, motivasi hidup. Saya kembali ke konsep dasar 5W dan 1H.
Biasanya saya mulai
dengan WHY. Kalau terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan
sebagai berikut:
1.
Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
2.
Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
3.
Apa tujuan hidup seseorang?
4.
Mengapa orang harus berubah?
5.
Darimana perubahan itu bisa dimulai?
6.
Apa saja yang harus diubah?
Setelah WHY, hal kedua
yang terpikir adalah WHAT. Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:
1.
Apa itu sukses?
2.
Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
3.
Potensi diri, kelebihan dan kekuranga
4.Memahami
Bahwa sukses itu bisa kita dapatkan
Setelah Why hal ke tiga
yang saya coba adalah HOW. Ini tentang bagaimana ,strategi,lanhkah lanhkah
,tips dan Trik dan juga action
MASIH TENTANG OUTLINE
Buku lain yang ingin
saya bedah Daftar Isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari
Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA. Karena
itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang
umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi.
Saya mulai dengan cara
yang sama; menguraikan WHAT, WHY, dan HOW.
1.
Apa itu sukses.
2.
Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
3.
Kisah-kisah sukses alumni pesantren.
4.
Sukses itu apa menurut pesantren?
5.
Bagaimana caranya agar kita sukses?
6.
Apa yang harus kita lakukan mulai dari sekarang?
Dari poin-poin itu saya
jabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi
ini lalu saya tuliskan satu per satu, maka jadilah buku "…
CONTOH OUTLINE BUKU
UKTUB
Satu lagi, buku saya
yang saya khususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan
Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari".
Buku ini merupakan
rangkuman best practices Akbar Zainudin sebagai penulis sekaligus motivator
andal yang ingin ditularkan kepada Anda.
Rahasia Akbar Zainudin
menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan
keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara
lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin
Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!
"Judul buku ini
sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub!
(Tulislah!). Bacalah buku senior saya
Ini buku khusus bagi
para calon penulis dan para penulis.
3.J. Buatlah jadwal
penulisan.
Kalau daftar isi sudah
dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal
secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya
dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.
Dengan kita membuat
jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil
tulisan kita.
CARA MEMBUAT JADWAL.
1. Buatlah tabel dengan
4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan
2. Isi Nomer
3. Isi Judul Artikel
4. Perkirakan Berapa
Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
5. Buat sesuai dengan
tanggal yang ada saat ini.
6. Isi Keterangan
dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.
Jadwal menulis ini
menentukan. Kalau ada jadwal, kita bisa mengacu pada jadwal tersebut dan bisa
mendisiplinkan diri sendiri. Karena kita tahu di mana akhirnya, kapan draft
naskah kita akan selesai. Kalau tidak ada jadwal, kita tidak pernah tahu
perkiraan draft naskah kita kapan selesai. contoh jadwal.
4.T. Tuliskan.
Outline sudah ada,
jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya.
Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita
akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih
dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
5.R, REVISI.
Revisilah tulisan kalau
semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai
sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan
semua draft buku.
Tahap kedua, baru revisi.
Apa saja yang direvisi?
1.
Data dan informasi yang kurang.
2.
Tata Bahasa
3.
Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
4.
Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.
6. adalah kirim ke
penerbit.
Apa yang menadi
pertimbangan penerbit
Paling utama adalah
bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
Apakah pembaca butuh
buku kita? Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh? Buku kita menjawab
kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan
masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar. Karena itu,
sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa
yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa
yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan
dengan buku sejenis? Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu
yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
SESI TANYA JAWAB
1 Izin
bertanya Bunda:Apakah buku Man Jadda Wajada ada pengalaman pribadi atau
pengamatan? Berapa persen pengalaman hidup menginspirasi sebuah buku. Terima
kasih Ai S Dewi SMPN 1 Cibogo
Terima kasih ibu Dewi. Buku
saya adalah buku motivasi. Sajian buku motivasi itu biasanya ada pemikiran atau
teorinya, terus ada cerita inspirasinya, dan ada kesimpulan atau kaitannya. Nah,
cerita inspirasi itu banyak dari pengalaman pribadi dan juga dari pengalaman
teman-teman. Kalau ditanya berapa banyak, saya kira cukup banyak. Mungkin
sekitar 30-60 persen pengalaman pribadi itu menginspirasi tulisan kita. Apalagi
kalau novel yang diangkat dari kisah nyata. Bisa jadi hingga 80% kisahnya berdasarkan
pengalaman pribadi.Pengalaman akan selalu memberi inspirasi dan pelajaran hidup
yang luar biasa jika dituliskan.
2. Bahrudin dari
Rembang, mau tanya
1.
Apakah jadwal penulisan itu harus ada target atau lepas?
2.
Jika sudah dijadwal dan ada target, ternyata endingnya melebihi target,
bagaimana menyikapinya?
Terima kasih Pak
Bahruddin.
1. Jadwal itu
tergantung Bapak, apakah bukunya mau cepat selesai atau tidak. Kalau mau cepat
selesai, jadwal harus ketat. Sesuaikan dengan kegiatan kita. Jangan terlalu
memaksakan. Misalnya; kalau 1 buku ada 30 artikel, kira-kira setiap artikel
bisa berapa hari selesai. Yang moderat biasanya sekitar 7-10 hari untuk satu
artikel. Jangan terlalu mepet waktunya, satu artikel dijadwalkan 1-3 hari.
Nanti kita tidak menikmati tulisan kita. Kecuali kita memang mau
"ngebut".Saya pernah juga "ngebut" karena mau mengejar
deadline pribadi. Jadi, jadwal tergantung Bapak Ibu. Apakah bukunya mau
diselesaikan cepat atau terserah saja.
2. Kalau melebihi
target, ya tidak masalah. Kan target itu kita yang bikin. Yang penting adalah
membuat bukunya selesai.Kalau misalnya telat beberapa hari,mohon dimaafkan diri
sendiri
Kalau saya sudah
bilang, demikian dan terima kasih, berarti jawaban saya sudah selesai.
3.Menarik sekali
motivasi dr Bapak, terimakasih atas ilmunya. Menentukan tema kadang masih
terlalu luas cakupannya, kadang kita tidak bisa fokus pada satu permasalahan,
bagaimana kita bisa memusatkan pikiran kita pada satu tema saja?
Terima kasih untuk
pertanyaan yang tidak ada namanya dari siapa ini. Mengapa kita ragu memilih
tema?
1.
Takut tema ini sudah ada yang menulis.
2.
Takut nanti di tengah jalan menemui "jalan buntu".
3.
Takut tidak ada referensinya.
4.
Takut tidak menarik.
Bapak ibu sekalian.
Pilihlah tema:
1.
Yang kita kuasai,
2.
Yang kita senangi.
Kalaupun tidak kita
kuasai sekarang, kalau kita senangi kita akan mau bekerja keras mencari
bahan-bahan yang bisa buat kita tulis. Apakah ke perpustakaan, mencari di
internet, bertanya dengan para ahli, dan sebagainya.Tentukan saja temanya, buat
kerangkanya, dan mulailah menulis. Ketakutan-ketakutan itu seringkali hanya ada
pada pikiran kita. Kalau sudah kita mulai menulis, InsyaAllah ketakutan-ketakutan
itu akan hilang
5.Tanya :Sebagai penuli
pemula gimana caranya menjaga konsistensi supaya tidak kehabisan ide?
(Hani-bali)
Terima kasih, pertanyaan
baik sekali Ibu Hani Agar konsisten dan tidak kehabisan ide.
1.
Banyak baca buku.
2.
Latihan menulis setiap hari. Jadwalkan setiap hari menulis 15 menit saja.
Disiplin. Nanti akan terlatih untuk bisa menuliskan berbagai ide secara baik.
3.
Ikut seminar dan pelatihan.
4.
Upload tulisan di blog dan medsos.
5.
Punya mentor menulis.
Demikian ibu Hani,
silakan dicoba dipraktikkan. Kalau sudah 21 hari berturut-turut bisa praktik,
nanti akan terasa hasilnya.
6.Selamat malam Akbar Z
Perkenalkan saya ibu
Aning S dari Pati ...gel 12Apakah ada manfaatnya bagi penulis pemula di usia
yang sudah senja... untuk apa saja manfaat menulis bagi manula?
Selamat malam ibu
Aning.
Saya harus cerita, ada
beberapa peserta mentoring saya dalam membuat buku, sebagian ada yang di atas
50 tahun. Dan apa yang terjadi, ternyata mereka jauh lebih bersemangat, dan
setiap minggu setor tulisan lebih disiplin dibandingkan dengan yang muda-muda.
Mengapa mesti menulis
1.
Tidak ada kegiatan yang langsung berkaitan dengan kemampuan mempertahankan otak
kita selain membaca dan menulis.
2.
Menulis adalah tentang kebahagiaan. Kalau kita tumpahkan semuanya dalam tulisan,
indah sekali hidup ini.
3.
Menulis buku itu warisan terbaik kita. Di situ kita bisa cerita apa saja.
Harapan kita, "unek-unek" perasaan kita. Bebas saja menulisnya.
4.
Menulis adalah tentang berbagi kebaikan. Jika kebaikan itu bisa dibagi, terus
menerus
7.Assalamulalaikum Pak
Akbar. Sangat termotivasi sekali dengan 6langkah menulis TOJTRP. Pertanyaan
saya,Bagaimana cara merangkum tulisan resume menjadi buku yang menarik? karena
resume saya sudah 20 lebih tapi masih ragu untuk memulainya. Mohon berikan
tipsnya pak. Supaya enak membukukan resume. Makasihh. Aam Nurhasanah, Lebak
Banten
Terima kasih ibu Aam
Nurhasanah. Ibu mohon dilihat lagi
urutannya. Tentukan temanya, setelah itu dibuat outlinenya. Kalau sudah dibuat
outline, baru dilihat hasil resumenya, apakah ada yang masuk ke dalam outline
buku atau tidak. Kalau ada yang masuk, tinggal dimasukkan ke dalam outline
dengan berbagai penyesuaian. Kalau tidak masuk, jangan dipaksakan. Nanti buat
buku yang lain. Ini berlaku juga bagi kita yang sudah punya banyak artikel.
Mulainya bukan dari artikel-artikel itu, tetapi dari outline yang kita buat. Kalau
sudah ada outline, baru kita lihat apakah artikel-artikel itu ada yang bisa
dimasukkan ke dalam outline. Kalau ada, kita revisi dan sesuaikan. Kalau tidak
ada, kita jadikan cadangan untuk buku yang lain.
8.Assalamualaikum Wr
Wb, Siti Nurbaya AZ, SMAN Karimun, Kepri .Kemunngkinan apa yang membuat tulisan
kita melenceng dari outline yang kita buat wsllm.
Waalaikum salam ibu
Siti Nurbaya. Kalau outline sudah kita buat, apakah boleh berubah? Boleh.
Sepanjang tidak melenceng dari tema. Biasanya dalam proses penulisan, memang
ada penambahan atau pengurangan dari outline yang sudah ada. Tidak masalah,
outline tidak kaku, fleksibel. Bisa ditambah atau dikurangi. Yang paling
penting adalah tidak melenceng dari tema. Biasanya ada penambahan karena pada
saat menulis kita punya ide-ide baru yang belum terpikir sebelumnya.
9.Assalamu’alaaikum Bpk Akbar Zainudin , saya bu sri dari gel.12
mau bertanya : Apakah selama menjadi penulis pemula pernah naskah Bapak ditolak
penerbit ? Apakah dalam membuat tulisan itu wajar mengutip buku orang terus
kita tulis di daftar pustakanya seperti
buat skripsi gitu ? Terima kasih atas penjelasannya
Waalaikum salam ibu
Kanjeng.
Apakah pernah naskah
buku saya ditolak? Pernah. Tidak apa-apa kalau naskahnya ditolak. Jangan sakit
hati. Biasa saja. Jadikan evaluasi. Revisi, evaluasi, lalu kirim lagi. Bisa ke
penerbit awal atau ke penerbit lain. Tugas kita itu menulis. Kalau naskah sudah
jadi dan dikirim ke penerbit, biarkan saja naskah itu. Kita menulis lagi naskah
buku berikutnya. Kalau nanti jawaban dari penerbit adalah diterima,
alhamdulillah. Kalau ditolak, kita perbaiki, dan kirim lagi. Dan, kita juga
punya naskah buku yang lain. Begitu seterusnya sehingga menulis itu akan terus
menjadi kegiatan kita. Untuk masalah kutipan, tidak masalah mengutip dari orang
lain. Pengutipannya boleh seperti yang ada di skripsi.
10 Bagaimanakah cara
menemukan genre tulisan kita? Apakah cukup mengembangkan satu topik tulisan
atau boleh nulis apa saja ?gimana sebaiknya?( Hani Bali)
Terima kasih ibu Hani.
Ibu bisa menulis
berbagai genre untuk pertama kali. Nanti setelah beberapa tulisan, akan ada
pilihan dan ketertarikan kita, tulisan dengan genre apa yang paling nyaman
untuk kita tulis.
Menulis itu tentang
kenyamanan dan kenikmatan. Menulis itu mesti kita nikmati agar bisa
membahagiakan. Kalau sudah ketemu di mana kita nyaman menulisnya, di situlah
kita terus mengolah bidang yang kita senangi sehingga akan kita kuasai. Ada
beberapa orang yang memang menulis apa saja. Tetapi bagi saya, penting untuk
menentukan "branding" diri kita di tema apa. Karena hal itu juga
menentukan kompetensi kita. Kompetensi seseorang akan diakui sesuai keahlian
dan bidang yang digeluti. Semakin mendalam seseorang menekuni satu bidang
tertentu, akan …
11.Mohon ijin bu,
sebelum nya saya disini bukan sebagai orang yang suka menulis tapi dilingkungan
saya justru banyak teman saya yang senang sekali dalam dunia menulis saya
sedikit demi sedikit mengamati, secara objektif saya melihat bahwa beberapa
teman saya menulis dengan menjadikan lingkungannya(kehidupan sekolahnya)
sebagai objek dari ceritanya.. pertanyaan saya apa kah ada batasan ide tertentu
seorang penulis untuk menuangkannya ke dalam buku?Oktavianus , Siswa Kelas 10
SMAN 1 Sampit
Terima kasih
Oktavianus. Menulislah sebebasmu. Jangan dibatasi. Apa saja. Apalagi anak muda
sekarang. Menulis dengan kreativitas sendiri yang berbeda dengan para
pendahulu. Tidak perlu dibatasi apa-apa. Menulislah sesukamu dengan penuh
kegembiraan.
Yang tidak boleh:
1.
Menghina orang lain.
2.
SARA
3.
Melanggar Aturan dan Undang-Undang.
12.Terima kasih, Pak
Akbar, karena telah sudi berbagi. Semua yang Bapak sampaikan tentang prinsip
dan kiat menjadi seorang penulis sukses memang jarang saya bisa
melaksanakannya. Sebaliknya, banyak kelemahan yang Bapak sampaikan, justru
sering saya lakukan😊
Tulisan saya terbengkalai separoh jadi. Saya punya naskah novel, cerpen, puisi,
bahkan sebuah naskah yang berkisah kehidupan nyata seorang yatim yang akan saya
kemas dalam kisah inspiratif, juga tak kunjung saya selesaikan. Saya sering
kehilangan mood untuk menulis? Apa Bapak pernah mengalaminya dan bagaimana
mengatasinya?
(HAMDANI - KEPRI)
Bapak Hamdani yang baik
hatinya,Bapak tidak sendiri. Banyak orang melakukan hal yang sama.
Yang penting sekarang
Bapak mulai bisa mengatur ulang, membuat langkah baru, strategi baru, semangat
baru, dan komitmen baru. Mood itu Bapak Ibu yang atur kok. Bapak bisa buat
jadwal menulis setiap hari, 15 menit saja. Bisa pagi, siang, sore atau malam. Lakukan
dengan penuh disiplin. Kalau kebiasaan baru ini sudah ada, saya yakin akan
membantu kita untuk hidup lebih teratur. Kalau sudah teratur, tulisan itu pasti
akan jadi. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi banyak. Mudah-mudahan
kita bisa membangun komitmen baru setelah ini. Komitmen itulah yang akan
mengelola mood tetap positif.
13. Mohon ijin bertanya
pak amirSayaDwi Mulyanti dari SMKN 1 Kademangan Kab. Blitar Jawa TimurSaya
tertarik dengan menulis opini di sebuah surat kabarNah,yg saya tanyakanTrik
menulis opini dalam surat kbr itu seperti apa ya pak?supaya argumen atau opini
kita tepat sasaran dan diterima
Terima kasih Ibu Dwi. Untuk
menulis di surat kabar, faktor utama adalah kekinian. Opini mesti menyangkut
hal-hal yang sedang menjadi bahan pembicaraan. Selain itu, pemikiran dan
tanggapan kita sebagai penulis juga harus menonjol. Kan kalau opini itu kita
memunculkan masalah. Kita analisis, dan kita berikan solusi atas permasalahan
tersebut. Mesti ada pemikiran yang jelas dari kita apa untuk menjawab
permasalahan yang ada. Kalau tidak ada usulan kita dalam menanggapi masalah tersebut,
bukan opini jadinya. Demikian, mudah-mudahan bermanfaat. Di YouTube saya ada 2
video wawancara saya tentang bagaimana menulis di koran. Silakan dilihat di
sana.
14. Selamat Malam.Saya
.Ni Ketut Suastiwi Guru TK Negeri Desa'Tusan Kecamatan Banjarangkan Klungkung
Bali.Terkait dengan petunjuk BAPAK di awal bahwasanya Menulis sebaiknya hanya 1
TEMA Terkait dgn BRANDING. Kebetulan
saya suka menulis Lagu anak 2 khusus nya dan ada juga Lagu Penyuluhan ttg Program KB Keluarga Berencana.Tapi saya fokus ke Lagu PAUD. Untuk mencoba
BRANDING.. berarti..saya harus lebih banyak menulis ttg .5 W ..LAGU PAUD?? Mohon
Petunjuk Bapak.Hatur Nuhun.
Selamat malam Ibu Ketut
Suastiwi.Bagus sekali pertanyaannya. Ibu berarti menulisnya tentang anak-anak.
Lagu-lagu, pendidikan anak, parenting, pokoknya tentang anak-anak. Tema tentang
anak kan luas sekali. Jadi, branding ibu adalah pakar pendidikan anak. Sudah,
ibu boleh fokus saja di sana. Biar orang-orang juga mengenal ibu sebagai
pemerhati dan pelaku pendidikan anak.
15.Assalamualaikum wr
wb... Sblmnya perkenalkan nama saya, Sunaryo, dri Berau, Gelb.11. Mhn ijin
bertanya : Kiat2 (motivasi) apa saja yg
bs menumbuhkan semangat kita utk ttap menulis, mengingat umur kita yg sdh tdk
muda lg. Terimakasih
Terima kasih Bapak
Sunaryo. Agar terus punya motivasi kuat:
1.
Bergabung dengan teman-teman penulis.
2.
Ikut seminar dan pelatihan.
3.
Baca buku-buku tentang menulis.
4.
Upload hasil tulisan di Medsos dan Blog.
5.
Kalau ada lomba, ikuti.
6.
Punya target menerbitkan buku.
7.
Buat Jadwal menulis setiap hari.
8.
Punya mentor menulis.
16.Bgaimana kiat dan
trik bagi kita sebagai penulis pemula supaya tulisan yang tulis nanti bisa
menjadi menarik dan enak dibaca bagi orang yang membaca ? Ika Elis Lumajang
Ibu Ika, Pertama,
berhenti terus mengucapkan bahwa kita adalah penulis pemula. Kan sebenarnya
tidak pemula juga. Kita sudah melewati banyak tugas menulis saat kuliah, saat
mengajar. Kedua, yakin bahwa kita bisa. Keyakinan ini memegang peranan sangat
penting saat kita menulis. Ketiga, hilangkan semua ketakutan dan kekhawatiran.
Takut buku ditolak, takut buku tidak dibaca orang, takut dicemooh, takut
ditertawakan, dan sebagainya. Hilangkan semua ketakutan dan kekhawatiran. Mulai
saja. Keempat, sebagai sebuah keterampilan, tulisan kita akan semakin
berkualitas jika kita disiplin berlatih. Disiplin itu ibunya kualitas. Kalau
ingin menjadi penulis, tetapi tidak mau berdisiplin, keinginan itu tidak akan
pernah terwujud.
17.
Assalamu'alaikum.Pak Akbar dan Bu Kanjeng, luar biasa sharing ilmunya. Bagaimana
Bp memanagement waktu utk menulis agar bisa memenuhi schedule , mengingat
kesibukan Bp sbg trainer juga. Terimakasih (Suprapti - SMP N 1 Ciater Subang-
gel 14)
Terima kasih ibu
Suprapti. Pertanyaan bagus. Kapan saya menulis? Biasanya saya menulis sekitar
1-2 jam setiap hari. Sebelum subuh dan sesudah subuh. Sekitar jam 06.00 pagi
saya sudah selesai menulis dan siap menjalankan aktivitas di kantor. Jadi,
menulis itu tidak mengganggu aktivitas kantor. Kuncinya, SETIAP HARI. Kalau tidak
setiap hari, tidak bisa. Bapak ibu bisa mulai dengan 15 menit SETIAP HARI. Bisa
sebelum atau setelah subuh, atau sebelum tidur. Mungkin bisa dikurangi yang
masih suka nonton DRAKOR 😁😁,
atau menghabiskan waktu berjam-jam memelototi WA dan Tiktok. Kurangi saja 15
menit, hidup kita akan menjadi lebih produktif. Demikian, mudah-mudahan kita
bisa mengelola hidup kita menjadi lebih baik.
Terima kasih
banyak Pak Akbar semoga ilmu yang Bapak
sampaikan malam ini jadi peberat amal jariah ilmu bagi Pak Akbar. Aamiin.
Terima kasih banyak untuk semuanya. Sebelum ditutup, saya boleh memberikan
sedikit informasi?
Di akhir pertemuan
Bapak akbar Zainudin memberikan closing statement,Menulis itu tentang latihan.
Bukan bagaimana Anda tahu bagaimana menulis sebanyak-banyaknya, tetapi
bagaimana Anda berlatih sebanyak-banyaknya. Semakin banyak berlatih, tulisan
kita akan semakin baik. Itu saja kuncinya. Mulai dengan tekad dan niat yang
kuat untuk memperbaiki nasib dan hidup kita, serta untuk bermanfaat bagi orang
banyak. Ikuti dengan membuat outline dan jadwal menulis, lalu konsisten menulis
setiap hari. InsyaAllah hidup dan nasib kita akan berubah. Bismillah. Malam ini
jadikan momentum kita naik kelas dan melesat lebih tinggi. Mudah-mudahan
bermanfaat. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
SALAM LITERASSI
luar biasa, terus berkarya dengan menulis.
ReplyDeletehttp://elanjaelanialfatih.blogspot.com/2020/07/resume-kuliahelanpertemuan-ke-2220-juli.html
Kpd Yth Bapak/ Ibu, di persilahkn untuk berkunjung ke Resume ini. smg brmnfaat.
🙏🙏
keren sekali...
ReplyDeleteMantap, semangat menulis terus.
ReplyDeleteJalan2 ke www.ninghhani.blogspot.com
Mantab bu...gantian jalan jalan ke sarwiyaniblogspot.com njih
ReplyDeleteJooss Penulis hebat...semoga!
ReplyDelete1. www.sarastiana.com
2.www.kelas maya
Silahkan berkunjung
Mantab bu ayo ke diarynulfah.blogspot.com
ReplyDeleteKereeen banget bunda.....👍👍👍
ReplyDelete