Puisi Telelet
KANGEN
Oleh Imah Wuryanti
Perasaan yang membatu
Menunggu datangnya waktu
Menahan rindu tiada menentu
Hatiku semakin pilu
Gundah gulana terasa selalu
Badan tercabik cabik bagaikan tertusuk paku
Resah dan gelisah semoga berlalu
Cucuku tersayang
Hadirmu kutunggu pagi hingga petang
Celotehmu,Canda triang mu sudah terbayang
Malaikat kecilku kau penyejuk penyemangat jiwa eyang
Penerus keluarga besar dimasa mendatang
Hari demi hari kulalui dengan sabar
Menanti menunggu dengan jantung berdebar
badan ku tangan ku terasa gemetar
Namun aku manusia biasa yang harus selalu berihtiar
Aku harus berlatih iklas dan berjiwa besar
Memanjatkan doa mengucap istighfar
Enam bulan tidak terasa
Hari berganti hari,bulan pun habis tak tersisa
Bayangan indah dan senyuman terukir setiap masa
Kuhabiskan waktuku dengan semangat tak putus asa
Menunggu pandemi yang
masih tersisa
Terbayang sudah
Senyuman lembut di pipi
Tatapan Matamu berbinar bagaikan mentari pagi
Mulut kecilmu
tersunggih meluluhkan hati
Memancar kan sinar
aura terapi
Ya Allah ya Tuhan
Ijinkanlah aku bertemu
dengan Ziyan
Cucuku yang ganteng
dan rupawan
Kebumen 2 Agustus
2021
Semangat belajar bareng nggih Bunda,maaf yg bait ke2 baris ke3 , dua huruf terakhir blm sama njih...maaf lho...btw semua kereeenn👍👍👍
ReplyDeleteTerimakasih koreksinya
DeleteSemoga pandemi berlalu ya, Bu agar bisa memeluk Ziyan. Sementara bertemunya virtual saja. Semangat terus, Ibu.
ReplyDeleteBahasa menunjukkan rasa sayang yang dalam 👍
ReplyDeleteTerasa sangat, Kakak.
ReplyDeleteSemangat-semangat!